Selasa, 13 Desember 2016

4 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Merencanakan Kehamilan



Tidak bisa dipungkiri bahwa segala sesuatu akan lebih baik jika direncanakan sejak awal agar berjalan dengan lancar. Karena jika kita sudah punya rencana, maka kita bisa meminimalisir resiko dan tidak menutup kemungkinan kita juga siap menghadapi situasi yang tidak terduga. Salah satunya adalah program kehamilan. Sebelum merencanakan kehamilan, ada baiknya memeriksa terlebih dulu apakah keempat hal ini sudah dipersiapkan dengan baik atau belum.

1. Berada Pada Rentang Usia yang Tepat

Waktu yang tepat untuk hamil adalah saat wanita berusia 20-30 tahun. Angka ini memang bukanlah patokan yang sesungguhnya karena latar belakang setiap orang berbeda-beda, akan tetapi mengingat hamil dan melahirkan di bawah usia 18 tahun jauh lebih beresiko sebaiknya kita merencanakan kehamilan saat usia kita sudah cukup siap yakni minimal 20 tahun.

Baca juga: Suplemen Kesuburan Wanita

Resiko Hamil Terlalu Muda:

- Kematian pada ibu dan bayi.
Di seluruh dunia terutama negara berkembang, ada sekitar 50.000 remaja perempuan yang meninggal usia 15-19 tahun tiap tahun pada masa kehamilan atau saat proses persalinan. Hal ini dikarenakan tubuh mereka secara umum belum siap menghadapi kehamilan, atau tulang panggul mereka yang belum cukup lebar untuk melahirkan bayi. Selain itu, bayi dari seorang ibu yang berusia di bawah 19 tahun beresiko meninggal sebelum usia mencapai satu tahun.

- Tekanan darah tinggi dan bayi lahir prematur. 
Perempuan yang hamil di masa remaja berisiko lebih tinggi mengidap tekanan darah tinggi dan preeklamsia dibandingkan mereka yang hamil di usia 20-30 tahun. Selain membahayakan ibu, kondisi ini juga dapat mengganggu perkembangan janin hingga mendatangkan komplikasi seperti bayi yang lahir prematur.

2. Kesiapan Mental

Kehamilan bukanlah proses yang mudah untuk dilalui, akan ada banyak tantangan yang dihadapi sehingga Anda harus dalam kondisi cukup sehat secara fisik dan mental. Kestabilan emosi sangat bepengaruh pada janin yang dikandung, maka sebaiknya hindari penyebab stress agar janin dalam kandungan juga tidak ikut stress.

Cara Menghindari Stress saat Merencanakan Kehamilan:

- Ciptakan suasana yang nyaman dimana pun Anda berada dengan banyak tertawa, banyak bersyukur, dan menghindari penyebab stress. Sebagian ibu bekerja memilih untuk resign atau cuti ketika mereka hamil, tetapi Anda juga boleh tetap bekerja selama pekerjaan Anda memiliki tingkat stress yang rendah.

- Berkonsultasi pada dokter kandungan atau bidan. Tidak ada salahnya memanfaatkan fasilitas Puskesmas seperti Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) yang memungkinkan ibu memeriksakan kesehatan kandungan dan bayinya secara gratis.

- Membuat keputusan sendiri. Hindari hubungan seks di luar nikah apalagi dengan paksaan, karena sekalipun menggunakan kontrasepsi tetap saja tidak ada yang 100% bisa mencegah kehamilan. Jika seorang wanita hamil ketika dia belum siap, ia akan cenderung mudah stress berkepanjangan karena tidak mempunya persiapan yang cukup, bahkan terpaksa memilih aborsi. Padahal di Indonesia aborsi sendiri dianggap ilegal dan kebanyakan dilakukan bukan oleh tenaga medis berpengalaman.

Baca juga: Kemungkinan Hamil dari Sisi Seks

3. Persiapan Keuangan

Ada banyak pengeluaran yang ditanggung dari mulai biaya perawatan kehamilan seperti periksa kandungan, suplemen, nutrisi, baju-baju hamil (karena perut membesar otomatis kita membutuhkan ukuran baru), belanja kebutuhan bayi, dan proses persalinan. Jika sekiranya suami belum punya penghasilan tetap, sebaiknya Anda menunggu untuk hamil sembari menyiapkan dana simpanan.

Kondisi kehamilan setiap orang berbeda-beda, ada yang tetap segar bugar seperti sebelum hamil, ada juga yang begitu hamil membutuhkan perawatan khusus. Biaya melahirkan normal berkisar antara 2-4 juta, sedangkan operasi sekitar bisa mencapai belasan bahkan puluhan juta.

Baca juga: Suplemen Kesuburan Pria

Cara Meminimalisir Pengeluaran saat Hamil dan Melahirkan:

- Pastikan kondisi tubuh Anda sudah cukup sehat untuk hamil. 

Jika Anda mempunyai riwayat penyakit sebaiknya sembuhkan sampai tuntas karena jika tidak dikhawatirkan bisa kambuh lagi saat hamil. Rajin berolahraga dan perbanyak makanan bergizi agar tidak mudah pingsan. Kebanyakan kasus hamil yang membutuhkan perawatan khusus (=biaya mahal) disebabkan oleh kondisi ibu yang lemah.

- Periksakan kandungan pada bidan yang Anda percayai. 

Berkonsultasi pada bidan biasanya lebih murah dibanding ke dokter kandungan, selama kondisi kehamilan Anda sehat-sehat saja tidak ada salahnya memilih pelayanan yang lebih terjangkau agar bisa meringankan beban suami. Tetapi semuanya kembali ke diri Anda, jika sudah menyiapkan anggaran tertentu dan ingin yang terbaik, ke dokter kandungan pun tidak masalah. Kalau saya pribadi, datang ke dokter kandungan hanya ketika mau USG saja.

- Carilah tenaga medis yang PRO Melahirkan Normal dan PRO ASI.

Sudah bukan rahasia lagi kalau melahirkan secara operasi sesar dapat menghabiskan biaya lebih mahal, belum lagi perawatan setelahnya karena jahitan bekas operasi sesar cenderung butuh waktu lama untuk pulih. Melahirkan normal bisa diusahakan, tergantung dari kemampuan bidan yang membantu persalinan.

Pada beberapa kasus melahirkan yang memiliki penyulit, seperti saya yang pecah ketuban dini dan tulang panggul sempit, bidan yang belum berpengalaman atau tidak memiliki peralatan yang memadai pasti langsung memberi rujukan ke rumah sakit ternama untuk menjalani operasi sesar. Tetapi ternyata, masih ada juga peluang melahirkan secara normal apabila kita berada di tangan bidan yang tepat. Kuncinya adalah jangan panik, yakin bahwa kita bisa melahirkan secara normal, sesulit apa pun itu. Niscaya kita akan dipertemukan dengan bidan atau dokter yang lebih setuju melahirkan secara normal.

Mintalah pada bidan atau rumah sakit tempat Anda melahirkan untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan cara memperkenalkan puting payudara ibu kepada bayi sesegera mungkin. Tidak perlu cemas ASI belum keluar atau sedikit di awal-awal, karena selama tiga hari pertama setelah lahir, bayi masih menyimpan cadangan makanan di dalam tubuhnya.

Beberapa bidan dan rumah sakit yang tidak PRO ASI, pada bayi yang baru lahir langsung diberi susu formula dengan dot agar bayi cepat kenyang dan tertidur nyenyak. Padahal tindakan ini justru dapat memicu 'bingung puting', bayi jadi malas menyusu pada ibunya akibat keenakan oleh dot.

Baca juga: Buah yang Harus Dihindari Ibu Hamil

4. Dukungan Keluarga

Ada baiknya Anda meminta dukungan keluarga jika saat ini Anda mendambakan kehadiran seorang anak. Jika Anda dan suami sudah setuju, saat bertanya pada orang tua dan mertua, bagaimana pendapat mereka jika Anda berencana hamil. Semakin banyak anggota keluarga mendukung, semakin bahagia pula kondisi Anda dan ini dapat mempermudah Anda untuk hamil. 

4 komentar

Informasi ini sangat bermanfaat, khususnya bagi yang akan melahirkan bayi. Jujur pengalaman saya dengan istri saya, maklum pertama kali akan punya anak, dulu sempat cemas, bagaimana sih detik-detik melaqhirkan itu, dan al-hamdulillah proses melahirkan bisa berjalan dengan baik, meski sebelumnya sempat disuruh operasi oleh pihak rumah sakit. untung ada bidan

yang pasti suami juga harus siap ya mba.. siap segalanya, hehe

Mirip dengan pengalaman saya Kang, waktu mau melahirkan anak pertama bidan yang sebelumnya tidak menyanggupi dan memberi rujukan ke rumah sakit. Kebetulan di tempat saya 90% pasien melahirkan di rumah sakit dengan cara operasi sesar. Jadi saya pindah ke bidan lain alhamdulilah lancar. Semoga sehat selalu anak dan istrinya Kang:D

Iya mas kalo persiapan matang segalanya jadi lebih terencana.


Emoticon Emoticon