Selasa, 25 November 2014

Bekerja di Dalam Ruangan dan Kurang Sinar Matahari Dapat Terkena Gangguan Tidur

Bekerja di Dalam Ruangan dan Kurang Sinar Matahari Dapat Terkena Gangguan Tidur
Lupakan minum susu, air hangat atau membaca buku sebelum tidur. Rahasia sebenarnya untuk mendapatkan tidur yang nyenyak adalah tempat Anda bekerja. Apabila karyawan yang bekerja di ruangan minim jendela atau ruangan dengan sinar matahari yang sedikit rata-rata memerlukan waktu 46 menit lebih lama untuk berhasil tidur. Lingkungan kerja berperan penting untuk mengatur siklus internal yang ada di dalam tubuh.

Bahwa ruangan kerja yang di desain lebih nyaman dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental para pekerja. Stres, komputer dan membawa pulang pekerjaan kantor ke rumah seringkali dianggap menjadi penyebab kurangnya kualitas tidur.

Baca juga: [Susah Tidur Berujung Penyakit Atasi dengan Ini]

Akan tetapi, penyebab utama dari kurangnya tidur di malam hari adalah suasana hati yang buruk dan kurang fokus. Kurangnya tidur secara terus menerus dapat meningkatkan kondisi medis yang serius seperti kegemukan, penyakit jantung serta diabetes, bahkan dapat memperpendek harapan hidup.

Ruangan dengan sinar matahari yang cukup diketahui sangat penting untuk mengatur ritme tubuh dan siklus internal yang dapat menentukan waktu tidur dan bangun di pagi hari. Karyawan yang setengahnya menghabiskan waktu di ruang kerja yang minim jendela. Sedangkan sisa karyawan lainnya lebih banyak bekerja dengan cahaya sinar matahari yang terpencar melalui jendela ruang kerja. Setiap karyawan juga diberi pertanyaan mengenai pola tidur, kegiatan fisik dan gaya hidup.

Sebagian dari karyawan juga menggunakan jam tangan berteknologi tinggi untuk mengukur pencahayaan, ukuran aktivitas dan waktu tidur atau bangun tidur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa mereka yang bekerja di ruangan minim cahaya memerlukan waktu 46 menit lebih lama untuk tertidur, ketimbang karyawan yang terkena cahaya langsung. Karyawan yang mendapatkan cukup cahaya juga dilaporkan mengalami gangguan tidur yang lebih sedikit di malam hari, ketimbang mereka yang kurang cahaya di siang hari.

24 komentar

Wah saya bekerja 8 jam sehari di ruangan yang tertutup dari sinar matahari dan kedinginan karena AC. Wah ini artikel yang luar biasa manfaatnya. Semoga pihak manajemen memperhatikan ini

seger kalo cahaya matahari cukup ditambah ventilasi yg leluasa

kebetulan di ruangan saya bener bener kurang cahaya matahari mbak :v

Hadir lagi hiheiheie. Wah pada kemana nih orang orangnya mba

nah mbak, saya kerjanya di dalam ruangan hampri satu harian, tapi setelah itu malamnya tidur pulas, apa karena kecapean yah :D

betul mas, apalagi kalau di pagi hari udaranya masih original banget menambah kerja jadi semangat

Alhmdlh.. saya masih diberi kemudahan utk tertidur di malam hari.

pengen rasanya gampang tidur dimalam hari,,kebiasa begadang , jadi imsomniak tinggi :(

jadi gimana kang Asep, susah tidur juga gak?

saya masih sulit mengatasi insomnia, padahal sering kena sinar matahari mbak..

Pantesan kalo malam saya sering ngantuk mbak, oohhh jadi matahari to? Hehe

mungkin ini alasan saya kurang tidur

Kalau dari pihak manajemen tidak memperhatikan dan pegawai jadi gampang sakit lalu pekerjaan jadi terabaikan :)

Tapi sungguh di sayangkan kalau di tempat kerja tidak ada ventilasinya jadi tidak bisa masuk cahaya mataharinya :(

Tidak ada jawaban yg paling tepat kecuali kecapean Zzzz

Syukur alhamdulillah berarti mas ibra masih normal dalam tidurnya tidak seperti saya hmm

Insomnia kali iya mas. Menyakitkan kalau kurang tidur di malam hari hoaaaams

Mungkin mas kurang istirahat kali waktu di siang hari

Kurang tidur (insomnia) atau sering ngantuk dari kurangnya sinar matahari di pagi hari/siang hari :(

Ngga bisa mas, kalau sama lampu nanti di sangka ayam lagi :D

Bisa jadi mas karena saya juga sering mengalaminya :)


Emoticon Emoticon