Kamis, 23 Oktober 2014

Mengapa Vitamin B Penting?

Mengapa Vitamin B Penting?
Vitamin B – kompleks ditemukan dalam ragi, hati, sereal gandum, beras, kacang-kacangan, susu, telur, daging, ikan, buah-buahan, sayuran berdaun hijau dan banyak makanan lainnya . Yuk kita cari tahu lebih lanjut mengenai masing-masin vitamin B dan mengapa vitamin B penting bagi tubuh kita.

Tiamin (B1)
Vitamin B tiamin sangat penting untuk metabolisme karbohidrat menjadi gula glukosa sederhana. Proses kimia tersebut melibatkan kombinasi tiamin dengan asam piruvat untuk membentuk koenzim, yaitu zat yang bila dikombinasikan dengan bahan lain dapat membentuk enzim. Enzim-enzim adalah protein yang sangat penting untuk mempercepat reaksi kimia dalam tubuh kita. Tiamin penting juga untuk berfungsinya sistem saraf, dimana tiamin bertindak sebagai koenzim dalam produksi neurotransmitter (senyawa kimia yang membawa pesan diantara serat saraf) asetilkolin.
Baca juga :[Tanda-Tanda Anda Kekurangan Vitamin B]
Kekurangan tiamin jarang terjadi, namun sering dialami pecandu alkohol, karena alkohol mengganggu penyerapan tiamin melalui usus. Ada beberapa masalah kesehatan yang muncul akibat kekurangan tiamin, antara lain:

1.Penyakit beri-beri. Penyakit ini ditandai dengan anemia, kelumpuhan, atrofi otot dan kelemahan, dan kejang pada otot-otot kaki.
2.Wernicke encephelopathy, yang menyebabkan kurangnya koordinasi,
3.Psikosis Korsakoff, yang mempengaruhi memori jangka pendek.
4.Mulut juga dapat dipengaruhi oleh defisiensi tiamin, yang dapat meningkatkan sensitivitas gigi, pipi dan gusi, serta “pecah-pecah ” di bibir.

Untungnya, kondisi-kondisi diatas dapat diatasi dengan penambahan vitamin.
Tiamin terdapat dalam sereal gandum, roti, daging merah, kuning telur, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, jagung manis, beras merah, buah berry, ragi, benih dan sekam biji-bijian dan kacang-kacangan. Belum ditemukan efek yang merugikan kesehatan dari dosis tiamin yang sangat tinggi, dan kelebihan vitamin yang larut dalam air akan diekskresikan tubuh.
Baca juga :[Benarkah dengan Vitamin B dapat Menghilangkan Jerawat]
Riboflavin (B2)
Riboflavin sangat penting dalam pemecahan karbohidrat, lemak dan protein, dan sama seperti tiamin, riboflavin bertindak sebagai koenzim dalam proses pemecahan tersebut. Riboflavin juga penting dalam pemeliharaan kulit dan selaput lendir, kornea mata dan selubung saraf. Riboflavin juga bertindak sebagai koenzim untuk reaksi oksidasi-reduksi seluruh tubuh. Reaksi oksidasi reduksi melibatkan penambahan, baik oksigen atau hidrogen ke substansi. Salah satu dampak dari proses ini adalah ketika bertindak untuk menghambat reaksi kimia dengan oksigen atau radikal bebas yang sangat reaktif, reaksi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel kita.

Kekurangan riboflavin dapat menyebabkan gangguan kulit (dermatitis seboroik) dan peradangan selaput jaringan lunak di sekitar mulut dan hidung, anemia, dan dapat menyebabkan mata menjadi sensitif terhadap cahaya. Angular cheilosis di mulut dapat muncul, yaitu lesi berkembang di sudut-sudut bibir dan terasa menyakitkan, serta juga dapat terjadi glossitis (radang lidah).

Riboflavin terdapat dalam produk gandum, susu, daging, telur, keju dan kacang polong. Sebagai vitamin yang larut dalam air, setiap kelebihan riboflavin diekskresikan, meskipun ada sejumlah kecil yang disimpan di hati dan ginjal.
Niacin (B3)
Niacin, yang juga dikenal sebagai asam nikotinat dan nikotinamida, diperlukan untuk metabolisme makanan, pemeliharaan kesehatan kulit, saraf dan saluran pencernaan. Niacin juga digunakan dalam reaksi oksidasi-reduksi. Kekurangan niacin menyebabkan penyakit pellagra. Di masa lalu, penyakit ini sering dikaitkan dengan golongan orang yang sangat miskin dan juga merupakan penyebab utama penyakit jiwa. Gejala pellagra kadang-kadang disebut dengan “Tiga D”, yaitu diare, dermatitis dan demensia dan pada akhirnya kematian. Pellagra dapat juga menyerang mulut, yang menyebabkan bagian dalam pipi dan lidah menjadi merah dan nyeri. Untungnya penyakit ini dapat diatasi dengan dosis tinggi niacin (150-300 mg).

Niacin terdapat dalam makanan kaya protein seperti daging, ikan, ragi, susu, telur, legumes, kentang dan kacang tanah . Niacin juga dapat diresepkan dalam dosis tinggi sebagai obat untuk membantu menurunkan kolesterol. Namun penggunaan dosis tinggi niacin memiliki efek samping, antara lain: perubahan warna kulit (karena dilatasi pembuluh darah), gatal-gatal, sakit kepala, kram, mual dan gangguan kulit .

Piridoksin (B6)
Piridoksin, yang juga dikenal sebagai fosfat piridoksal dan pyridoxamine, diperlukan (seperti juga beberapa vitamin B lain) untuk pemecahan karbohidrat, protein dan lemak. Piridoksin juga digunakan dalam produksi sel darah merah, serta dalam reaksi biokimia metabolisme asam amino (blok bangun protein). Karena kandungan piridoksin melimpah dalam banyak makanan, maka kekurangan piridoksin jarang terjadi, kecuali pada pecandu alkohol.

Kekurangan piridoksin menyebabkan gangguan kulit (mirip dengan gejala yang disebabkan oleh kekurangan riboflavin dan niacin), neuropati (sistem saraf abnormal), kebingungan, koordinasi yang buruk dan insomnia. Tanda oral kekurangan piridoksin antara lain: radang tepi bibir, lidah dan seluruh mulut. Dosis tinggi piridoksin kadang-kadang disebut sebagai obat sindrom pramenstruasi, tetapi belum ada penelitian yang mendukung pernyataan ini. Dosis piridoksin yang sangat tinggi dapat menyebabkan kerusakan saraf.

Piridoksin terdapat dalam banyak makanan seperti: hati, jeroan, beras merah, ikan, mentega, bibit gandum, sereal gandum, kedelai dan banyak lainnya .

Cyanocobalamin (B12)
Vitamin B12 diperlukan untuk memproses karbohidrat, protein dan lemak, serta membantu membuat semua sel-sel darah dalam tubuh kita. Vitamin B12 juga dibutuhkan untuk pemeliharaan selubung saraf kita dan berperan sebagai koenzim dalam sintesis dan perbaikan DNA.

Vitamin B12 tidak dapat diserap atau digunakan oleh tubuh sampai dikombinasikan dengan mucoprotein yang dibuat di perut, (disebut dengan faktor intrinsik). Setelah B12 terikat dengan faktor intrinsik, maka vitamin baru dapat masuk dan diserap usus kecil serta digunakan oleh tubuh.

Kekurangan vitamin B12 kadang terjadi pada vegetarian ketat yang tidak minum suplemen vitamin, dan mereka yang tidak mampu menyerap vitamin (biasanya karena  gagal menghasilkan faktor intrinsik). Meski vitamin B12 yang disimpan dalam hati cukup untuk memenuhi kebutuhan seseorang selama bertahun-tahun, namun kekurangan vitamin B12 akan menyebabkan gangguan yang dikenal sebagai anemia pernisiosa. Anemia pernisiosa menyebabkan kelemahan, mati rasa pada ekstremitas, pucat, demam dan gejala lainnya. Konsekuensi umum lain dari kekurangan vitamin B12 yaitu iritasi mulut dan kerusakan otak. Namun efek yang sangat serius tersebut dapat diatasi dengan suntikan vitamin B12. Suntikan diperlukan karena kekurangan vitamin B12 sering disebabkan karena ketidakmampuan tubuh menyerap vitamin bila diminum secara oral. Hal ini karena seiring bertambahnya usia, perut kita semakin sulit memproduksi faktor intrinsik. Banyak dokter menyarankan orang-orang yang berusia lebih dari 60 tahun agar memeriksakan kadar vitamin B12 untuk melihat apakah diperlukan suntikan B12.
Vitamin B12 tidak terdapat dalam sayuran dan diproduksi hampir semata-mata oleh bakteri, seperti streptomyces griseus. Sumber makanan yang kaya sumber B12 antara lain: hati, daging, kuning telur, unggas dan susu.

Asam Folat (B9)
Asam folat, yang juga dikenal sebagai folacin dan asam pteroylglutamic, adalah salah satu vitamin B-kompleks yang berinteraksi dengan vitamin B12 untuk sintesis DNA. Sintesis DNA ini penting bagi semua sel dalam tubuh. Asam folat dengan kombinasi vitamin B12 dan vitamin C, diperlukan untuk pemecahan protein dan pembentukan hemoglobin (yaitu suatu senyawa dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen dan karbon dioksida). Asam folat juga penting untuk hampir semua reaksi biokimia yang menggunakan transfer satu – karbon dan yang diproduksi oleh bakteri di dalam perut dan usus.

Kekurangan asam folat mirip dengan gejala kekurangan vitamin B12, yaitu menyebabkan anemia, pertumbuhan yang buruk, dan iritasi mulut. Asam folat terdapat dalam hampir semua makanan alami, namun asam folat ini dapat rusak, atau berkurang selama dimasak. Kekurangan asam folat terutama terjadi pada pecandu alkohol, orang yang kekurangan gizi, orang miskin, lanjut usia, dan mereka yang tidak mampu menyerap makanan karena penyakit tertentu, seperti sariawan topikal, enteropati gluten.

Asam folat terdapat dalam ragi, hati, sayuran hijau, sereal gandum dan makanan lainnya. Kebutuhan asam folat meningkat selama kehamilan, karena janin memerlukan vitamin dalam jumlah besar. Dokter sering menyarankan suplemen harian sebesar 300 mcg untuk ibu hamil. Besarnya kebutuhan gizi berubah selama kehamilan, termasuk juga kebutuhan vitamin.  Semua vitamin B, terutama asam folat harus bertambah selama masa kehamilan dan menyusui (produksi ASI). Asupan harian asam folat harus ditingkatkan dari 180 mcg ke 400 mcg selama kehamilan dan dari 180 mcg ke 280 mcg selama menyusui.

Dosis asam folat yang sangat tinggi dapat menyebabkan kejang, menghalangi obat antikonvulsan yang digunakan oleh penderita epilepsi, dan mengganggu penyerapan zinc.

Asam Pantotenat dan Biotin
Asam pantotenat digunakan dalam pemecahan karbohidrat, lipid dan beberapa asam amino. Asam pantotenat juga digunakan dalam sintesis koenzim A untuk reaksi biokimia dalam tubuh. Fungsi biotin sebagai koenzim dalam reaksi carboxylation (- COOH), yang juga berguna dalam banyak fungsi tubuh. Asam pantotenat, biotin dan asam folat sering digunakan bersama-sama oleh tubuh.

Bakteri dalam usus kita memproduksi asam pantotenat dan biotin. Tidak ada gangguan yang diketahui berkaitan dengan kekurangan asam pantotenat. Vitamin ini terdapat berlimpah dalam daging, kacang-kacangan dan sereal gandum. Dosis asam pantotenat yang sangat tinggi dapat menyebabkan diare.

Kekurangan biotin jarang terjadi, namun jika terjadi kekurangan, maka dapat menyebabkan kelainan kulit yang disebut scaly dermatitis. Kekurangan biotin dapat terjadi pada individu yang konsumsi putih telur dalam jumlah besar karena mengandung substansi avidin yang ” mengikat ” biotin tubuh. Biotin terdapat dalam hati sapi, kuning telur, ragi, kacang, kembang kol dan jamur.

12 komentar

wahhh artkel mengenai Vitamin B nyaa kreeenn nih mbak lengkap + Jlas banget penjelasannya kerenn dan saya jujur baru tahu ternyata vitamin B banyak Jenisnya yah :v

terimakasih mba hehe semoga bermanfaat :)

Positngannya cukup lengkap dan mendetail banget nie mbak, jadi nambah lagi deh pengetahuan saya tentang betapa pentingnya vitamin B ini... Haturnuhun atas sharing infonya :)

Nah lho kemaren sempet bingung gara-gara nama santika fadilah, ada yg manggil mas ada yg manggil mbak, sekarang ada lagi nie disini, nama Ainul Yaqin ini dipanggil mbak apa mas sih? *bingung-beneran*

Ternyata hampir sama fungsi dg vit c ya mbak kalo kekurangan, bibir keliat kering dan pecah2. :)

hahaha sma mas ainul yaqin itu cewe apa cowo ya?

iya mas semoga bermanfaat :)
sami sami mas hehe

betul mba susi ..
terimakasih kunjungannya hehe

iya mas, terimakasih kunjungannya


Emoticon Emoticon